by

Jama’ah Haji Plus Berangkat menuju mekkah, dengan mengambil miqot di Bir Ali

risalahtour.com – Seluruh Jama’ah haji telah meninggalkan kota Madinah dan menuju kota Mekkah bersama Pembimbing Haji Plus Ustadz Fikri Auliaurahman Lc, SS. Sebelum menuju kota Mekkah para jama’ah mengambil Miqot di Bir Ali untuk melaksanakan sholat sunnah dan niat untuk ber-Ihram.

Sekilas tentang Masjid Bir Ali, masjid ini dibangun di masa Rasulullah. Menurut catatan sejarah Masjid ini dibangun di lokasi bernaungnya Rasulullah SAW di bawah pohon Akasia ketika menuju Mekkah untuk menunaikan ibadah umroh. Kata Bir Ali berasal dari kata bir yang berarti sumur dalam hitungan jamak dan Ali sebagai pengingat bahwa Sayidina Ali bin Abi Thalib adalah tokoh yang paling banyak menggali sumur di kawasan tersebut. Sumur-sumur galian Sayidina Ali saat ini tak ada bekasnya sebab terkubur pembangunan kota dan perluasan masjid itu sendiri.

Keistimewaan Masjid Bir Ali
Masjid ini tergolong sangat istimewa di kalangan para jamaah haji. Rasulullah SAW selalu singgah dan mengambil miqat di masjid ini. Miqat adalah tempat bermulanya ihram. Jarak antara Masjid Bir Ali ke kota Mekkah masih cukup jauh namun para jamaah memilih meneladani yang dicontohkan Rasulullah meski butuh waktu cukup lama untuk sampai ke Mekkah. Setidaknya butuh waktu 4-6 jam dengan menggunakan bus untuk tiba di Mekkah sebab jarak Masjid Bir Ali dan Mekkah adalah sekitar 450 kilometer.

Masjid favorit para jamaah haji ini memiliki menara setinggi 64 meter yang tampak menjulang gagah dari balik rindangnya pepohonan di bawah sebuah lembah. Di zaman Rasulullah lembah tersebut dikenal dengan nama Lembah Aqiq. Lembah yang terletak di perbatasan tanah haram ini merupakan lokasi berdirinya Masjid Bir Ali. Letaknya sekitar 11 kilometer dari Masjid Nabawi dan 9 kilometer dari sisi luar kota Madinah.

Comment

News Feed