by

Kamar Mulia dan Sejarah Mihrab Masjid Nabawi

Risalah Tour – Kota Madinah dikenal dengan keberadaan Masjid Nabawinya. Salah satu kota utama di Arab Saudi itu saat ini sudah kedatangan banyak jemaah haji dan umrah dari penjuru dunia, termasuk asal Indonesia.

Di Masjid Nabawi, jemaah haji biasanya memanfaatkan waktu untuk menjalankan ibadah salat, zikir, dan berdoa. Tak hanya itu, jemaah haji juga akan berziarah ke makam Rasulullah SAW.

Ya, Masjid Nabawi menyimpan banyak kisah di masa Rasulullah SAW. Banyak tempat utama dan mulia karena di masjid itu, di antaranya terdapat sejarah rumah Rasulullah SAW.

Kamar mulia adalah rumah yang ditempati oleh Rasulullah SAW bersama Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar As-Shiddiq. Dikutip dari Al-Madinah Al-Munawwarah Research and Studies Center, kamar tersebut terletak di bagian tenggara Masjid Nabawi.

Rumah ini dibangun bersamaan dengan pembangunan Masjid Nabawi. Berbahan dasar tanah liat dan batu bata, luasnya sekitar 40 meter persegi.

Bangunan ini terdiri atas satu bilik dan halaman kecil yang diberi pagar dari pelepah kurma dan ditutupi dengan kain bulu. Rumah tersebut memiliki dua pintu, salah satunya terbuka menghadap ke utara.

Sementara itu, satu pintu lagi terbuka dan menghadap ke arah Raudhah di bagian barat rumah. Rasulullah SAW wafat dan dimakamkan di dalam kamar ini, dan Aisyah masih tinggal di sana dalam sisa hidupnya.

Selain menyimpan kisah kamar mulia Rasulullah SAW, area Masjid Nabawi juga terdapat sejumlah mihrab. Terdapat lima mihrab yang masing-masing memiliki sejarah.

Pertama, Mihrab Nabi. Terdapat di dalam Raudhah, dan dibangun oleh Umar bin Abdul Aziz. Dibangun di tempat Rasulullah mengimami salat para sahabat, setelah berpindahnya kiblat ke arah Ka’bah.

Mihrab ini kemudian direnovasi pada 888 Hijriah atau 1483 Masehi di masa pemerintahan Raja Al-Asyraf Qaitbay. Mihrab ini masih bertahan hingga saat ini.

Kedua, Mihrab Utsmany. Terletak di bagian depan Masjid Nabawi, tepatnya di dinding kiblat. Mihrab ini juga dibangun oleh Umar bin Abdul Aziz.

Lokasinya di tempat Khalifah Utsman bin Affan mengimami salat kaum muslimin, setelah ia memperluas Masjid Nabawi. Di mihrab ini, imam Masjid Nabawi memimpin salat berjamaah.

Ketiga, Mihrab Tahajjud. Posisinya di dinding bagian utara rumah Rasulullah SAW. Dibangun tepat di tempat Rasulullah melaksanakan salat tahajjud.

Keempat, Mihrab Putri Nabi, Fatimah Az-Zahra. Terletak di bagian dalam ruangan, di mana rumah Fatimah terletak di dalamnya.

Kelima, Mihrab Sulaimany atau Mihrab Hanafy. Terletak di tiang ketiga, sejajar dengan mimbar yang mulia dari arah barat. Dibangun oleh Tugan Syekh setelah tahun 860 Hijriah atau 1456 Masehi. Mihrab kemudian diperbarui oleh Sultan Sulaiman Al-Qanuni pada 938 Hijriah atau 1531 Masehi, sehingga mihrab tersebut dinisbatkan ke diriny

Comment